No More Pain With PaintFont

Tertarik buat ikutan ngedesain. Tapi, ngedesain apa ya?

Pengennya sieh yang gampang dan simple. Apalagi buat pemula kayak saya. Well, tertarik sieh pengen menjajal bikin karikatur imut, logo, atau bikin template brosur persis keahlian teman-teman sesama desainer. Namun, apa daya? Gak punya skill. Kalau minta bikinin, saya kan juga perlu bayar desainer. Belum cukup duitnya buat memberdayakan orang lain, saat ini. Ngenes ya?
Ya sudahlah... Lebih baik saya jadi penulis saja. Ngeblog seperti biasa...

Yaaah... Jadi, mutung deh. "Mutung" itu apa ya terjemahan ke Bahasa Indonesianya? Kalau harus diterjemahkan saat ini juga, maka "mutung" adalah suatu ekspresi sedih plus kecewa. Pengen marah, pengen ngomel, tapi cuma bisa diam.

Font Mussica Corradine
Photo by mediamilitia.com


Sudah baca artikel saya sebelumnya? Ada suatu keahlian desain yang simple dan bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa perlu penguasaan software yang macam-macam. Yaitu, menjajal profesi font author. Setidaknya, jika ingin bergelut dalam desain font, sekarang semakin banyak tools online gratis yang membantu para desainer pemula seperti saya. Misalnya, PaintFont.



Sekilas pengetahuan saja, bahwa PaintFont merupakan versi terbaru dari MyScriptFont. Tampilan website Paintfont memang seminimalis saudaranya, MyScriptFont, hanya saja lebih penuh dan lebih terstruktur. Selain itu, keunggulan PaintFont dibandingkan MyScriptFont adalah, saya bisa pilih karakter pada suatu font untuk dijadikan template.

Sekarang, saatnya praktek bikin font pakai PaintFont.
***

Langkah Pertama... Buka website www.paintfont.com
PaintFont bukan software yang perlu di-download, kemudian di-install ke Personal Computer atau laptop. Jadi, gak perlu kuatir tentang mega-giga software font.

Mudah bikin font dengan PaintFont


Langkah Kedua... Pilih karakter font.
Font designer, menyebut karakter-karakter seperti abjad, numerik, dan simbol sebagai glyphs. Contoh glyphs adalah huruf A kapital. Atau, simbol persentase (%).

Template defaultnya gak perlu diganti atau diotak-atik. Biarkan saja apa adanya, karena anggapannya sekarang adalah masih tahap belajar. Perkenalan saja dulu, untuk menumbuhkan semangat mengenal dan mendesain font. Lalu, klik Create Template(s).


Langkah Ketiga... Download, ekstrak file, dan print!
Melakukan klik pada Create Template(s), otomatis mendownload template itu sendiri. File yang akan dicetak, nantinya terdiri dari dua lembar. Total glyphs yang perlu diisi adalah 87 karakter, yaitu 24 huruf kapital, 24 huruf lower case, 10 angka, dan simbol-simbol pada keyboard.


Langkah Keempat... Siapkan pena dan mulai menulis A... B... C...
Sudah siap? Ayo! Buruan diisi kotak-kotak kosong alphabet itu, seperti contoh pada gambar di bawah ini:
Font buatan tangan saya sendiri lho...


Cuma 87 glyphs. Gak banyak. Tulisan tangan saya emang gak sebagus itu, jadi tolong maklumi saja. Kalau sudah selesai, yuk lanjutin ke langkah kelima.


Langkah Kelima... Scan dan upload ke PaintFont.com
Lembaran-lembaran kertas yang sudah ditulisin huruf-huruf tadi, di scan dengan mode grayscale. Berdasarkan tutorial di PaintFont.com, diperbolehkan kalau mau pakai mode color, asalkan bukan mode black and white monochrome image. Apa ya maksudnya "black and white monochrome image"? Saya belum bisa jawab untuk saat ini, karena di settingan scanner saya gak ada yang begituan.

Kalau sudah di scan, saatnya kembali ke website PaintFont.com. Lalu klik Tab "Upload filled out templates".
Upload file font hasil scan


Waktu saya lihat Browse Box untuk masukin file cuma ada satu, saya masih mencari cara buat input file scan kedua. Cara satu, saya coba multiple select saat input file, tapi hanya bisa ter-select satu file saja. Cara dua, saya coba klik ulang tombol Browse untuk meng-input file kedua, tapi filenya malah ganti bukannya nambah. Cara tiga, saya langsung klik sent file, tapi gak jadi karena itu ide buruk, artinya saya harus ribet dengan teknik merge. Cara empat...

Aha! Ternyata, sedari tadi ada tombol "Add another upload field", di atas text box Font Name. Begitu saya klik, otomatis menampilkan box baru. Hanya saja, yang terjadi adalah duplicate file, sehingga saya harus klik tombol Browse untuk mengganti file kedua yang akan saya upload.

Font Name, saya isi dengan nama font saya, yaitu "Vontovon"


Langkah Keenam... Klik Sent File!
Please wait... Your file is uploading. With a big file and a slow internet connection this might take a while...


Langkah Ketujuh... Klik Download Vontovon.otf
Tombol download font ada di bawah image preview. Tenang saja, gak bayar kok buat mendapatkan font hasil kreasi sendiri itu. Lalu, gimana buat bikin file font versi TTF?

Scroll ke bawah, tepat di bawah iklan atau adsense, ada tombol "Back to start"


Langkah Kedelapan...?
Bebas deh mau diapain file-file font tersebut. Mau dijual silakan, mau dipakai sendiri juga oke.


Selama mencoba. Salam miaw!
Bantu saya beli susu hangat sebagai teman menulis artikel
Previous
Next Post »

2 Blogger Comments

Write Blogger Comments
Dwiex'z Someo
AUTHOR
July 14, 2014 at 6:35 PM delete

yes...ilmu baru,,makasih mbak Mew,,,baru tau aku,,

Reply
avatar

What do you think? Share your comments below. EmoticonEmoticon