Kenapa Sieh Harus Makan Malam?

"Makan itu minimal tiga kali sehari, Mew. Porsinya juga harus diatur. Biar cuma sedikit, tapi sering."

Did I Eat That?!
Photo by mygenieworld.wordpress
Gara-gara memikirkan ucapan ibu saya, yang tubuhnya tidak pernah gemuk, saya jadi kepikiran buat bikin ulasan tentang pola makan. Ditambah lagi, artikel ini pun hasil request dari Ari Bintara. Dia teman saya, sesama author Graphicriver. Sekarang ini, dia dan kekasihnya, Mbak Vega, berencana untuk menikah sekitar 4 tahun lagi. Minta doanya ya, teman-teman.


Okay! Then, mari saya lanjutkan.

Ternyata, jadwal makan sebaiknya adalah empat kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, makan sore, dan makan malam. Tapi, mengingat betapa malasnya saya untuk makan, maka minimal makan adalah dua kali sehari. Yaitu, sarapan dan makan malam. Saya tidak akan membahas kenapa saya harus sarapan, karena makan malam ternyata lebih penting daripada sarapan. Artinya, tidak sarapan pun sebenarnya tidak apa-apa, walaupun tidak baik jika diterapkan.



Diriwayatkan melalui Hadist Riwayat Tirmidzi :
"Makan malamlah meskipun hanya dengan segenggam korma jelek, karena meninggalkan makan malam dapat melemahkan badan. Berkata Abu 'Isa: Ini merupakan hadits Munkar tak kami ketahui kecuali dari jalur ini & Anbasah didla'ifkan dalam periwayatan hadits serta Abdul Malik bin 'Allaq adalah seorang yg majhul (tidak diketahui). [HR. Tirmidzi No.1779]."

Yups! Ternyata, meninggalkan makan malam akan melemahkan badan dan mempercepat penuaan. Sebagaimana Ibnu Majah meriwayatkan, sebagai berikut :
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdulloh Ar Raqqi telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Abdussalam bin Abdulloh bin Babah Al Mahzumi telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Maimun dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdulloh dia berkata, 'Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah kalian meninggalkan makan malam meski dengan segenggam kurma, sesungguhnya meninggalkannya itu akan mempercepat tua.'”

//-- Tapi... Tapi... Makan malam itukan dekat dengan waktu tidur. Sedangkan, kalau langsung tidur setelah makan, nanti jadi cepat gendut.

Hmm iya bener juga sieh. Makanya, banyak pola diet yang menganjurkan untuk menghindari makan malam. Atau mempercepat jadwal makan malam dari jam 8 malam menjadi jam 5 sore. Padahal, jam 5 sore itu, hitungannya adalah makan sore, bukan makan malam.

Kalau saya sieh, biasanya makan malam pukul 18.30 WIB, atau setelah sholat maghrib. Karena membiarkan adanya jeda minimal satu jam antara makan malam dengan waktu tidur.

Komentar

  1. wah,,,kurang 2 tahun lagi ya,,,hmmm kalo utk menikah masih lama ya,,,tapi aku doakan semoga cepat nikah ya,,,karena rezeki orang nikah bakalan dobel,,hehehhe

    BalasHapus
  2. saya ndak pernah sarapan,kalo dipaksa untuk sarapan malah perut mual2 dan alhamdullilah saya sehat minimal ampe detik ini

    BalasHapus
  3. saya ndak pernah sarapan,kalo dipaksa untuk sarapan malah perut mual2 dan alhamdullilah saya sehat minimal ampe detik ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. commentnya double mas ger... :-d
      lha ya mungkin mas ger ini sarapannya secangkir kopi ditemani sepiring singkong rebus... :)

      Hapus
  4. kalo gak makan malam nantinya suka bangun tengah malam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bagus itu mbak :-d
      bisa sekalian nyatpam...

      Hapus

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan setelah membaca tulisan ini?