Mengabadikan Melodi Eyang Titiek Puspa

Selepas nonton Film "GIE" besutan sutradara Riri Riza, saya jadi teringat Eyang Titiek Puspa sewaktu soundtrack "Terombang Di Penantian" karya Sang eyang putri disetel.

Full movie "GIE"
Eyang putri yang mana lagi kalau bukan Eyang Titiek Puspa?

Tahun 2013 ini, beliau sudah menapaki lebih dari 27.360 anak tangga kehidupan. Namun, usia senja bukan berarti secara total meredupkan gelora bermusik dan berkarya.
Haaa... Nenek cantik itu masih saja berkarya, sedangkan saya yang mengaku muda belum mengukir apa-apa. Apesnya, saya baru bisa berkoar-koar melalui Blog Saidoonee ini. Bahkan, tidak sebanding dengan prestasi Farhat Abbas yang berhasil menyelamatkan 4 terpidana mati, yaitu 3 orang Australi dan 1 orang Indonesia.

Layaknya memandangi lukisan, bagi saya menikmati alunan musik tetap membutuhkan nuansa. Jadi, antara satu individu dengan lainnya, memiliki selera yang berbeda. Siapa bilang musik itu bahasa yang universal? Nyatanya saya masih saja buru-buru mindahin channel begitu telinga mau disumbat Techno atau Hard Darkness Black Super Heavy Metal --atau mental? Soalnya, bukan selera saya ke situ sieh. Walaupun begitu, saya gak bermasalah dengerin lagu Pop, apapun itu. Sekalipun, lagu Korean Pop (K-Pop) sekelas Super Junior, 2 PM, Girls' Generation, dan SNSD --termasuk SNSMP, SNSMA, dan SNSMK.



Wait! Apa hubungannya K-Pop dengan Eyang Titiek Puspa? //--Hmm hubungan di antara mereka berdua baik-baik saja...

The cameraman gimmie order to LOL
Photo by inafinance.com
Lagu berjudul "Bimbi"-lah yang membuat saya betah bergelut dengan melodi beliau. Melalui "Bimbi", Eyang Titiek Puspa mencurahkan keprihatinannya terhadap perilaku muda-mudi, khususnya para gadis, yang tersihir dengan gemerlap kerlap-kerlip lampu kota. Lantas mereka berambisi hijrah ke kota untuk mengadu nasib. Kesuksesan semu Bimbi telah membuat dia terhanyut, dan tidak mau lagi mengenal asal-usulnya. Seiring berjalannya waktu, gadis-gadis ayu serupa Bimbi pun mulai banyak bermunculan, sehingga Bimbi jadi tidak laku lagi.

Back to Eyang Titiek Puspa.

Corak lagu-lagu beliau tidak hanya beragam, melainkan juga sarat makna. Kreatifitas beliau bagaikan memutar kepala keran air yang melompat hingga terlepas. Tidak pernah secuil syair pun dalam lirik dan larik Eyang Titiek terkesan mengawang. Malahan, lagu beliau bersifat membumi dan merakyat.

Semoga generasi seperti beliau tidak lekas berlalu, apalagi akhinya punah...
Bantu saya beli susu hangat sebagai teman menulis artikel
Previous
Next Post »

What do you think? Share your comments below. EmoticonEmoticon