Surat Untuk Sahabat Sholehku

Bismillahirrahmanirrahim. Artikel ini aku tulis khusus untukmu, duhai sahabatku.

Duhai sahabatku yang sholeh, kamu adalah salah satu dari 3 sahabatku yang aku cintai dan sayangi karena Allah. Dan kamu juga merupakan satu dari 12 sahabatku yang aku ajak untuk bergabung dengan blog kecil ini sebagai salah satu penulis. Serta kamu pun adalah satu dari 3 teman spesialku yang kutuliskan profilnya dengan senang hati.

surat sahabat sholeh


Tidak akan kulupa tentang dirimu, walaupun aku diam. Tidak akan hilang tulisan tentangmu dari blog sederhana ini, walaupun kamu tidak bisa menemukannya.

Mungkin aku tidak akan bicara tentang firasat. Tapi, saat kudengar kabar bahagia darimu dari guru kita, percayalah bahwa aku bahagia.

Mungkin tulisanku tentang wanita pilihanmu terdahulu memang telah usang. Akan tetapi, saat kamu siarkan kabar bahagia itu melalui guru kita, percayalah bahwa aku tetap bahagia. Kegembiraan yang disertai linangan air mata karena akhirnya kau temukan sahabat sejatimu dalam iman, insyaa Allah.

Aku senang karena kamu akhirnya akan menikah. Menutup kisah di masa lajang. Membuka buku seri terbaru bertajuk rumah tangga idaman, insyaa Allah.

Namun, aku harap, kamu bisa menjadi pria yang baik hati, baik akhlak, dan baik agamanya. Dia yang akan engkau nikahi nanti akan menjadi teman seperjalanan di dunia hingga akhirat kelak, insyaa Allah. Jagalah dia karena Allah, karena engkau menyayanginya setulus dan sepenuh hati.

Percayalah kepadanya, dan jangan sia-siakan kepercayaan yang dia dan kedua orangtuanya amanahkan kepadamu.

Ketika ijab kabul selesai dilaksanakan, maka dia menjadi tanggung-jawabmu sepenuhnya. Juga sudah menjadi kewajibannya untuk menaatimu sebagai istri, sahabat, keluarga, teman bermain, partner beribadah, dan warga yang harus kau bina.

Ketika ijab kabul sudah disahkan, maka kedua orangtuanya menjadi orangtuamu juga. Sehingga wajib bagimu untuk menaati, menghormati, dan menjaga mertuamu dengan sepenuh hati. Segenap jiwa dan raga.

Jika kelak kamu cemburu, wahai sahabat sholehku. Jangan pernah kamu hina kedua orangtuanya, sahabat-sahabatnya, dan guru-gurunya. Jadilah pria yang baik. Berusahalah menjadi figur teladan baginya dan keturunan kalian kelak, insyaa Allah.

Namun, aku harap kelak cintamu kepadanya tidak membuatmu buta. Tetaplah berani bersikap objektif. Lakukan semua karena Allah. Curahkan semua juga karena Allah.

Ketika dia berbuat salah, tegurlah karena kamu ingin membuatnya sadar tentang perilakunya tersebut. Dan jangan pernah kamu umbar tentang keburukannya ke luar lingkungan kalian berdua. Kecuali jika memang kamu sudah tidak lagi ingin bersama dengannya, dan berani menerima konsekuensi atas tindakanmu itu.

Dan saat kamu berbuat salah, akuilah kesalahanmu dengan tulus dan ikhlas karena kamu tidak ingin membuatnya sedih, dan karena kamu pun ingin berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi. Minta maaflah padanya. Temui kedua orangtuanya, dan minta maaflah pula pada kedua mertuamu.

Jika kelak ada yang mengadu kepadamu perihal perbuatannya yang tidak menyenangkan hatimu, atau membuatmu resah. Berusahalah untuk tabayyun terlebih dahulu. Jangan kamu kecilkan perasaan orang yang memberikan kabar buruk kepadamu itu, tapi jangan juga kamu terlalu meninggikan dia. Upayakan bersikap netral. Jadilah hakim yang baik. Jadilah penengah yang adil.

Lakukan karena Allah. Curahkan semuanya juga karena Allah.

Selamat ya, wahai sobat. Sekali lagi, aku ucapkan selamat atas pernikahanmu, Sugan Sukan.

Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian berdua. Salam dariku, Mew da Vinci.



Ps. Ah iya, terima kasih kuucapkan untukmu, sobat. Karena kamu selalu ada (walaupun secara kebetulan) di saat-saat aku benar-benar terguncang hingga depresi. Kamu memang sahabatku yang baik. Semoga kalian bisa saling membahagiakan satu sama lain, insyaa Allah.

Komentar

  1. deep banget kayaknya ya .. btw kalimat "Jika kelak kamu cemburu, wahai sahabat sholehku. Jangan pernah kamu hina kedua orangtuanya, sahabat-sahabatnya, dan guru-gurunya. Jadilah pria yang baik. Berusahalah menjadi figur teladan baginya dan keturunan kalian kelak, insyaa Allah." setuju banget nih... karena banyak euy lihat kayaknya ma mertuanya atau keluarga pasangannya kayak gimana gitu pas marah atau masalah...baik laki2nya ataupun wanitanya..malah ada yang buat status medsos tentang mertuanya... btw surat buat sahabatnya bisa pesan buat lainnya juga nih... thanks share nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tulisan ini pun bisa jadi pesan buat saya juga nanti pas nikah hehehe...
      Sama-sama.... Semoga manfaat ya... ^^

      Hapus

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan setelah membaca tulisan ini?