Progress 4 - Free 3 Source Code Editors Berbasis Web Untuk HTML, CSS, dan PHP

Text editor / Source code writer


Hmm... Judul artikel kali ini lebih panjang dibandingkan artikel-artikel sebelumnya. Anyway, proses belajar merancang template blog yang saya tulis beberapa pekan lalu, apa kabarnya ya...?

Alhamdulillah, sekarang saya sudah memasuki tahap ke empat, walaupun untuk increase dari satu tingkat ke tingkat berikutnya mesti dengan kegigihan penuh dan terseok-seok. Semestinya, pada tahap ke empat ini, saya sudah mulai implementasi ke blog terkait seperti Blogger atau Wordpress.

Akan tetapi sejak pertengahan November 2015 hingga kini, laptop yang saya gunakan untuk menggarap proyek doing by learning, hanya bisa menampilkan layar hitam, baik ketika mode on, maupun mode off. Sehingga, saya perlu mencari alternatif source code editor yang bisa tetap dioperasikan walau pun bermodalkan device non-desktop, yaitu tablet, iPad, iPhone, atau smart phone.

Saya pun mengomunikasikan problematika hidup dan matinya laptop tersebut kepada tentor saya untuk membantu menemukan source code editor selain Notepad++ dan  Brackets.io.

Dan lagi lagi, alhamdulillah, saya dikenalkan dengan 3 text editor khusus programmer, yang tidak hanya sekedar online, namun juga memiliki fungsi kolaborasi, tidak memiliki batas waktu untuk menyimpan files, bisa di share atau di embed, dan bisa menggaruk eh menyalin source code (fork) seperti di Github.

Apa saja ya aplikasi-aplikasi online tersebut? Yuk! Lanjutkan membacanya. Jangan lupa share artikel ini melalui timeline sosial media anda ya...

1. JSFiddle

Mari kita mulai dari JSFiddle.

Sahabatku, tahukah kamu? Saya mengenal JSFiddle setelah memakai Notepad++ dan Bracket.io untuk mengerjakan template blog yang tengah digarap.

JSFiddle saya kasih penilaian 7/9 dengan skala 1-9. Kenapa?

JSFiddle memungkinkan adanya fitur kolaborasi dan sharing kode pemrograman. Tampilan 2 sisi, dimana sisi kanan terdiri dari block kode HTML / XML, CSS, Java Script, dan block Result. Serta, pada sisi kiri terdiri dari menu seperti add CSS atau Java Script resource, title dan deskripsi fiddle, dan lain-lain, menjadikan JSFiddle membantu memudahkan saya dalam menyelesaikan perancangan template blog.

Yang paling menyenangkan adalah, saya bisa melanjutkan mengetik kode pemrograman dimana saja, dan dengan device apa saja.

Karena untuk menggunakan aplikasi JSFiddle cukup dengan bermodalkan web browser, seperti Safari, Chrome, Opera, Firefox, dan web browser lainnya.

Sayangnya, JSFiddle tidak bisa mencapai nilai sempurna karena fungsi menu pada JSFiddle pun seringkali menjadi tidak sempurna atau non-aktif, ketika menggunakan non-desktop, sepeti tablet, iPad, iPhone, atau smartphone. Apalagi smartwatch hehe...

Ditambah lagi, penempatan blink kursor pada block code JSFiddle sering tidak tepat, baik ketika menggunakan desktop maupun non-desktop. Contohnya, ketika saya tempatkan kursos pada baris ke-87, kemudian saya tekan huruf A pada keyboard, tak dianya huruf A tersebut muncul pada baris ke-85 atau 88. Sehingga, ketika untuk mengatasi hal ini, saya memanfaatkan fungsi Tidy atau Select all, agar penempatan kursor pada JSFiddle kembali normal.

[Kunjungi website JSFiddle] | [Subscribe mewdavinci.com]



2. Ideone

Ketika tahapan proses pengerjaan template blog saya meningkat, dari HTML CSS menjadi PHP, saya tidak bisa lagi menggunakan JSFiddle, karena JSFiddle tidak mendukung bahasa pemrograman selain HTML, XML, CSS, dan Java Script.

Nah! Muncullah pertanyaan yang mengusik sanubari saya yang terdalam. Apakah ada JSFiddle yang support PHP?

Huuwaaaa... Pee ha peeee....

Sebagaimana saya mengomunikasikan kendala saya terdahulu kepada mentor atau tutor saya, sehingga saya mendapatkan solusi Bracket.io dan JSFiddle. Kini, saya kembali mengomunikasikannya. Saya menunggu hampir 2 minggu untuk mendapatkan referensi fiddle-fiddle yang support PHP. Sambil menunggu, saya pun sambil mencari. Dan... Taa Daaa!

Mentor saya kembali dengan membawa link ideone.com.

Ideone merupakan tool online untuk meng-compile, debugging, dan mengeksekusi bait-bait kode yang terangkai menjadi suatu output. Ideone pun mendukung 60 bahasa pemrograman di antaranya, Bahasa C, C++, COBOL, Ada, Pascal, Phyton, Ruby, Java, dan PHP...

Huuwaaaaaa... Pee ha peeee...

[Kunjungi website Ideone] | [Subscribe mewdavinci.com]



3. phpFiddle

Nah! Jika anda ingin mendapatkan alternatif dalam mengolah file PHP, cobalah menggunakan phpFiddle. Yups! Ketika saya bertanya kepada diri saya sendiri, adakah fiddle-fiddle lain untuk menggarap kode PHP?

Alhamdulillah, saya menemukan phpFiddle sebagai alternatif JSFiddle.

Kelemahan dari phpFiddle adalah hanya disediakan bahasa pemrograman PHP saja, namun bisa di-mix dengan HTML, CSS, dan Java Script. Tapi kelebihannya adalah phpFiddle memiliki kapasitas penyimpanan yang besar.

Berbeda dengan Ideone yang mendukung hingga 60 bahasa pemrograman, namun membatasi size input, output, dan source code sebesar 64 kB.

Jadi, mendingan pilih yang mana ya...? Ideone atau phpFiddle?

Mana pun yang saya akan pilih nanti, saat ini saya masih mengulang pelajaran PHP di Solo Learn.

Huuwaaaaa... Pee ha pe lagiii...

[Kunjungi website phpFiddle] | [Subscribe mewdavinci.com]



Okelah, sahabat mewdavinci.com, inilah progress terbaru dari pembuatan template blog. Silakan baca kembali cara untuk nge-grid di browser menggunakan framework di artikel berjudul "Progress 3 - Belajar Grid Dengan Framework W3CSS". Atau, anda juga bisa mengulangnya lagi dari awal, yaitu ketika saya baru mulai mendesain template blog dengan Photoshop.

Tolong bantu saya membagikan artikel ini kepada teman-teman atau keluarga anda melalui timeline sosial media anda seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Tumblr, dan Google Plus. Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya, dan assalamu'alaikum!
Bantu saya beli susu hangat sebagai teman menulis artikel
Previous
Next Post »

What do you think? Share your comments below. EmoticonEmoticon