Misi Sang Pendosa - Bagian 1

Bismillahirrahmaanirrahiim... Dengan menyebut dan menyertakan Zat bernama Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim, saya awali penulisan mengenai sebab musabab kita sebagai manusia berada di bumi, dimana Nabi Adam 'alayhissalaam dan Siti Hawa merupakan manusia penghuni pertama di sini. Di tempat mereka, kita, kamu, dan saya berpijak sekarang.

Opini ini, dirangkai dan disusun tata bahasanya berdasarkan pengetahuan dan pemahaman saya saat ini. Segala esensi yang ada pada artikel "Misi Sang Pendosa" dituangkan menggunakan versi saya. Maka, beginilah kisah tersebut diawali...

Tiada Doa Yang Tertolak, Bagaimanapun Dia


***
Miliyaran tahun silam, setelah penciptaan malaikat dan jin untuk menghuni langit dan bumi terjadi, Allah kembali menciptakan makhluk lain untuk menyembah diriNya yang Allah beri nama Manusia.

Manusia-manusia ciptaan Allah tersebut terpilih mengemban tugas sebagai khalifah, setelah berhasil menyelesaikan ujian bersama pesaingnya dari Bangsa Jin. Hanya manusialah satu-satunya ciptaan Allah yang diberikan keistimewaan terbaik untuk dipersiapkan menjadi rajanya para raja dari semua ciptaan Allah. Sekali lagi, hanya manusialah satu-satunya ciptaan Allah, yang tidak pantas bersujud kepada makhluk ciptaan Allah mana pun, selain kepada Dia, Allah Jalla Jalaluh, Sang Penciptanya manusia.



Sebagaimana yang telah diceritakan melalui Al-Qur'an dalam Surah Al Baqarah ayat 30, yaitu malaikat-malaikat Allah berpendapat bahwa: Bagaimana bisa dan bagaimana mungkin Allah Jalla Jalaluh ingin memunculkan seorang khalifah di bumi? 

Padahal, Allah telah menciptakan para malaikat yang selalu bertasbih, mengagungkan nama sang Pencipta. Sedangkan, makhluk-makhluk Allah selain mereka, para malaikat, akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah.

Demikianlah Allah. Dia lebih mengetahui apa yang diketahui oleh makhlukNya. Dia pula mengetahui apa yang tidak diketahui oleh makhlukNya. Kemudian, manusia yang diberi nama Adam tersebut selesai diciptakan. Adam dibekali ilmu pengetahuan untuk menguasai akal dan nafsunya. Sehingga, Adam telah menjadi khalifah bagi dirinya sendiri, sebelum memimpin makhluk-makhluk Allah lainnya.

Namun, pernahkah terbesit dalam di hatimu pertanyaan mengenai:
"Kenapa Allah ciptakan malaikat yang imannya tidak pernah berkurang tapi juga tidak pernah bertambah? 
Kenapa Allah ciptakan jin yang imannya tidak bertambah tapi bisa berkurang? 
Kenapa Allah ciptakan manusia yang imannya bisa bertambah dan bisa berkurang?"

Di sinilah pemahaman tersebut dimulai...

***
Ingatkah kamu tentang perintah Allah Jalla Jalaluh kepada Nabi Adam 'alayhissalam untuk tidak mendekati pohon yang buahnya dinamakan oleh Iblis sebagai Buah Khuldi?

Buah yang berdasarkan penuturan Iblis merupakan buah yang mampu menjadikan Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa kekal di surga bagaikan malaikat-malaikat Allah, dan sempurna pengetahuannya layaknya Allah. Buah lezat, ranum, dan harum, yang berdasarkan penuturan Iblis, merupakan buah yang keistimewaannya tidak bisa dibanding-bandingkan dengan buah-buahan surga mana saja.

Ketika Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa mendapat peringatan dari Allah untuk tidak mendekati pohon tersebut, mereka menyanggupi dan bertahan untuk memenuhi perintah Allah tanpa meminta bantuan Allah untuk melindungi diri mereka. Sungguh Iblis benar-benar mengetahui peristiwa tersebut, maka masuklah Iblis ke dalam lingkaran pertemanan keduanya. Iblis merayu Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa, agar melanggar perintah Allah Jalla Jalaluh. Iblis benar-benar menginginkan mereka tergelincir dan keluar dari surganya Allah, sebagaimana Allah mengeluarkan Iblis dari surga.

***
Adalah suatu hal yang tidak masuk akal karena Allah menciptakan suatu pohon di surga, yang tidak boleh didekati oleh Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa. Bukankah Allah adalah Zat yang Maha Rahman dan Maha Rahim?

Adalah suatu hal yang sangat membingungkan karena Allah memerintahkan malaikat dan jin untuk bersujud kepada Nabi Adam 'alayhissalam, hanya karena Allah mengajarkan beliau apa-apa saja yang tidak diketahui oleh Bangsa Malaikat dan Bangsa Jin. Bukankah Allah adalah Zat yang tidak pernah dan tidak akan pernah berlaku dzolim kepada makhlukNya?

Ternyata, kehadiran Nabi Adam 'alayhissalam merupakan ujian untuk Iblis. Sedangkan, kehadiran pohon misterius yang tidak pernah diberi nama oleh Allah tersebut, merupakan ujian untuk Nabi Adam 'alayhissalam. Itu semua agar malaikat-malaikat Allah menyaksikan: Siapakah sebenarnya khalifah di muka bumi Allah Jalla Jalaluh?

Baik Iblis, maupun Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa, telah menyelesaikan ujian dari Allah dengan kegagalan yang nyata. Iblis dengan sombongnya membanding-bandingkan kemuliaan asal-usul riwayat penciptaannya dengan manusia. Sedangkan, Nabi Adam 'alayhissalam pun meremehkan peringatan Allah Jalla Jalaluh dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, mereka bertiga dikeluarkan dari surga dalam keadaan tersiksa.

Sejatinya, Allah Jalla Jalaluh tidak memerintahkan Iblis, Nabi Adam 'alayhissalam, dan Siti Hawa untuk mengungsi dari surga untuk menuju neraka. Apakah saat itu makhluk yang diperintahkan oleh Allah Jalla Jalaluh keluar dari surgaNya, maka sudah pasti masuk neraka?

Sepemahaman saya sekarang, Surah Al 'Araf ayat 13 dan ayat 24 menunjukkan bahwa, Allah Jalla Jalaluh memberi perintah yang sama kepada Iblis, Nabi Adam 'alayhissalam, dan Siti Hawa, yaitu: Turun ke bumi.

Hanya saja, karena Iblis tidak mampu menguasai kecemburuan, kedengkian, dan kebingungannya, maka Allah menghukumnya untuk turun ke bumi dalam keadaan terhina. Sedangkan, turunnya Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa adalah dalam keadaan tercekam dan tertakdirkan untuk menyaksikan pertikaian antar saudara, yang merupakan keturunan mereka.

Sayangnya, Sang Iblis malah berdoa agar Allah memberi kebebasan untuk menyesatkan manusia. Itulah sebabnya, neraka menjadi tempat pemberhentian terakhir bagi Iblis, jin, dan manusia yang tersesat. Sedangkan, Nabi Adam 'alayhissalam dan Siti Hawa berdoa agar Allah mengampuni dan menganugerahkan kesempatan kedua untuk kembali ke surga. Itulah sebabnya, surga menjadi tempat pemberhentian terakhir bagi Nabi Adam 'alayhissalam, Siti Hawa, jin, dan manusia yang mengikuti petunjuk Allah Jalla Jalaluh.

***
Lantas, bagaimana caranya malaikat-malaikat Allah memahami maksudNya atas pengangkatan khalifah di bumi? Nantikan kelanjutan artikel "Misi Sang Pendosa" di bagian dua yaaa...

Komentar

  1. iblis sudah berjanji akan mengganggu keturunan adam,,,sehingga perbuatan yang menyebabkan dosa nikmat sekali sedangkan perbuatan yang mendatangkan pahala terasa berat sekali,,,iblis senang dgn hal itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.. subhanallah.. kejam ya dia itu...

      Hapus
  2. ikut menyimak.. saya follow untuk menantikan lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. woh foto profilenya ganti lagi mbak elsa? :D

      Hapus
  3. perlu diperhatikan ya mas, terkadang ada kalimat yang mengatakan bahwa nabi adam dan hawa di usir karena berbuat kesalahan dan dosa, tapi kalimat tersbut salah besar. Allah tidak mengusir Adam dan hawa, tetapi Allah menempatkan mereka ke bumi sebagai ganjaran atas tindakan yang mereka lakukan kerena telah melanggar larangan Allah yang juga menjadi pelajaran bagi umat manusia seluruh alam smesta ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya... gak ada menulis kalimat demikian atau yang eksplisit demikian mas.... :O

      Hapus

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan setelah membaca tulisan ini?