Blog Bukan Mesin Pencetak Uang

Pertama kalinya saya baca kalimat yang menjadi judul postingan saya sekarang ini, rasanya kok mirip dicolek Baboon pakai gedang pisang.

Rush of toilet paper?
Photo by onlinemoney.info
Lha, ya sebagai blogger separo luar biasa seperti saya ini, tujuan ngeblog sudah campur baur antara pengen sharing, menyalurkan hasrat, mendalami minat, dan... Satu hal terakhir yang tidak bisa saya pungkiri yaitu, mungutin recehan dari para visitors yang bisa jadi memang pas lagi apes kehilangan koin-koin rupiah dari kantong baju bolong.

Kalimat itu pertama kalinya saya dengar dari Pakde Cholik di salah satu bukunya yang berjudul, "Blog Mini Penghasilan Maksimal". Monggo klik link-nya di sini ya, ngger... Flash News: Telah Terbit Buku Blog Mini Penghasilan Maksimal.

Iya lho... Pakde Cholik dengan tanpa ragu-ragu menyampaikan kepada teman-teman pembacanya yang notabene sesama blogger juga bahwa blog bukan mesin pencetak uang. Walau gak pake diselipi embel-embel, "Camkan itu!" juga sieh...

Tapi, why pakde? Why...?

Tidak bolehkah saya mengharapkan sesuatu dari apa yang saya bagi? Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Atau, atau... Berenang sambil minum air?



Bukankah memang ini tujuan kita ngeblog? Membagi apa saja yang kita suka sekaligus memakmurkan penulisnya. Jikalau memang semua orang yang punya ilmu rela membagi-bagikan tanpa benar-benar mengharapkan kemakmuran hidup, ya sudah tentu para guru di belahan dunia manapun akan lekas tewas. Apalagi kalau murid-murid mereka punya gaya gak tahu diri. Maunya mintaaa terus. Maunya disuapiiin terus. Begitu giliran Sang murid untuk menunjukkan baktinya kepada guru-guru mereka, mendadak lisannya jauh lebih pandai ketimbang amalan serta wejangan dari Sang guru.

Earn money through the Sea
Photo by telegraph.co.uk
Okelah... Saya akui bahwa dalam konteks ini, penggunaan kata "kita" tidak sesuai, karena tidak semua blogger menulis demi uang. Akan lebih tepat, jika pernyataan tersebut disandarkan langsung kepada diri sendiri, yaitu "saya". Yups! Saya tidak akan menampik pernyataan bahwa:

Satu! Ngeblog merupakan kesenangan pribadi yang sulit digeser oleh hiburan apapun. TITIK!
//-- Hmm disertai tanda seru setelah kata "TITIK", dilanjutkan dengan koma dan titik-titik...
Kali ini saya betul kan, ya? Ada gak di antara teman-teman pembaca Blog Saidoonee yang memiliki pendapat serupa?

Dua! Suatu kenikmatan bagi blogger ketika melihat tingginya visitors traffic.
Pada poin kedua, saya tepat lagi. Bukan begitu? Saya pribadi merasa girang-riang-bukan-kepalang-tak-terkira-hingga-dunia-seakan-tak-berujung, ketika melihat data statistik pengunjung harian Blog Saidoonee. Tidak peduli mau mereka kepaksa mampir, apes kesasar, atau memang salah satu penggemar artikel-artikel Blog Saidoonee.

Tiga! Pengen banget segala pemikiran di kepala ini bisa dibagikan kepada siapa saja dan dimana saja.
Coba deh perhatikan Facebook share, Google +1, retweet, reblog, dan sharing status apa saja di media sosial. Sempat terbesit rasa iri dengan media-media jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter, yang rasanya kok tidak adil jika dibandingkan dengan media blog. Yaitu, kondisi dimana susunan kalimat terdiri dari 140 karakter, dalam konteks ini yang saya maksudkan adalah Twitter, bisa mendapat retweet hingga puluhan ribu hingga jutaan netizen. Sedangkan saya? Bagaimana dengan nasib artikel-artikel saya... Duh! Gusti... Sungguh ngenes takdirMu untuk segala artikel yang nantinya bakalan jadi mutu dan trending topic ini...

Blog Motto
Photo by sherbetblossom.com
Empat! Ketagihan mengaplikasikan template dan widget cantik.
Pengen nambahin pernak-pernik ini. Pengen nambahin asesoris itu. Pengen nyelipin ini dan itu, di sana, di sini, di situ, dimana-mana. Jemari gatel pengen ngehias-hias blog, seperti ngehias rumah sendiri. Alasan ngeblog satu ini, masih tergolong wajar kan? Tapi, tapi, tapi... Ada gak sieh blogger lain yang seperti saya? Maunya pasang foto, update status terakhir, widget search articles, tag cloud, sound cloud, hamster piaraan, video Youtube, lagu kenangan, quotes andalan, site map, komentar visitors, riwayat hidup artikel, artikel terpopuler, artikel terbaru, channel radio favorite, ... Jelasnya, semua mau ditumplekkan menjadi satu dalam single page, double pages, triple pages, all of the pages.

Lima! Seneng banget kalau lihat artikel yang udah ditulis ternyata nangkring di posisi satu.
Horeee! Walau gak paham apa itu SEO. Gak ngerti apa itu postingan bermutu. Gak peduli loading blognya lama gara-gara kebanyakan widget gak penting. Asalkan apa yang saya tulis itu jadi favorite pembaca, rasanya apalah arti semua kelelahan menunggu visitors.

Enam! Kepuasan batin terpenuhi, gak ada salahnya memuaskan urusan lahiriah.
Gak apa-apa kan, Pakde Cholik? Sah-sah saja kan? Boleh saja kalau saya punya niat begini, ya kan? Kalau kata setan-setan yang lagi berbisik di telinga saya sekarang sieh: Tidak apa-apa. Toh! Saya tetap menulis dengan niat untuk berbagi. Saya tetap berbagi dengan niat untuk memperbaiki diri sendiri. Saya tetap memperbaiki diri sendiri dengan harapan dapat merubah lingkungan yang lebih besar.

Betul, Pakde Cholik. Betul... Tolong jangan salah paham, pakde...

Menulis itu akan lebih indah karsa dan rasanya, jika berlandaskan ketulusan. Didasari niat yang lurus. Kepada keinginan untuk ibadah. Tapi, jika memang ada blogger yang punya niat menulis untuk mengisi celengan ayamnya, bukankah hal tersebut tidak akan menurunkan derajat mereka? Justru menambah poin kejujuran.

Ketika umumnya blogger muda berlomba-lomba menjaga gengsinya dengan berkata bahwa mereka menulis karena suka, hobi, minat, ikhlas, tulus, dan lurus. Maka, saya bersedia mengakui bahwa saya pun menulis dan berbagi juga karena tergiur recehan buat menuh-menuhin celengan ayam saya. Walaupun begitu, saya gak akan mesam-mesem atau mendadak cemberut kalau gak ada yang ngasih saya mood booster.

Karena...

Saya menulis hanya untuk bersenang-senang!
Bantu saya beli susu hangat sebagai teman menulis artikel
Previous
Next Post »

3 Blogger Comments

Write Blogger Comments
Elsawati Dewi
AUTHOR
April 3, 2014 at 3:08 PM delete

memang iya blog bukan mesin pencetak uang, tapi blog hanyalah alat untuk mengusahakan rejeki :D

Reply
avatar
Mew da Vinci
AUTHOR
April 3, 2014 at 4:24 PM delete

mbak elsa ini bisa saja =))

Reply
avatar
iKurniawan
AUTHOR
August 21, 2014 at 5:19 PM delete

Setujuuu.... Tapi ndak jarang banyak yang mau kasih uang lewat blog kita yaa..
Semoga blog saya jadi salah satu pintu rejeki tambahan
:D

Reply
avatar

What do you think? Share your comments below. EmoticonEmoticon