Ngaso Ceria Bareng Baboon Curug Nangka, Bogor.

Pengen hangout seru buat ngabisin weekend di Bogor, enaknya kemana ya?

Kalau mau sekedar seru-seruan bareng keluarga, cobain deh hunting makanan, habis itu nyambung jalan-jalan sore, melipir di pematang sawah atau jungle tracking.

Bogor Station
Photo by ruang8jurnalbogor.wordpress
Liburan di Bogor gak melulu soal Puncak, Kebun Raya Bogor, atau main ke Mall. Apa lagi nongkrong di pinggir Jembatan Sindangbarang ala anak muda.

Beberapa minggu lalu, tepatnya pertengahan Juni, saya dan keluarga main air di tepian kaki Gunung Salak, wisata air terjun Curug Nangka. Kami berangkat sekitar jam 6 pagi dari Perumahan Permata Sentul. Kalau dari kawasan Sentul, akses paling mudah adalah lewat Tol Lingkar Luar Bogor atau dikenal juga sebagai, "Bogor Ring Road". Tol tersebut menghubungkan antara Sentul Selatan dengan IPB Dramaga.

Beruntung pagi itu jalanan kota gak penuh sesak. Tapi, tahan dulu... Bagi teman-teman Jakarta yang belum pernah ke Curug Nangka, lantas mau ikutan lewat Tol. Sebaiknya jangan ketuker ya antara posisi Gunung Gede Pangrango dengan Gunung Salak, karena keduanya sama-sama kelihatan dari jalan raya.



Masalahnya, saya pernah ketuker nieh. Waktu itu, pas lagi asyik-asyiknya main pingsuit --gunting batu kertas, bareng dua keponakan di mobil, gak sengaja pandangan mata saya tertumbuk ke gunung yang pertama kali saya jumpai. Posisi gunung tersebut dari arah keberangkatan berada di sisi kiri jalan. Lantas, dengan pedenya saya bilang ke ibu dan keponakan saya, "Wih... Coba lihat keluar deh! Mantap ya tuh gunung? Cantik banget."

Semua penumpang, termasuk kakak ipar saya, yang lagi nyetir, ikut-ikutan berdecak kagum, "iya, Lut! Bagus banget tuh. Pas gak ada kabut lagi ya..."

"Iya, Boss!" Saya langsung nyahut aja.

Trus, nanya deh keponakan saya yang bungsu, "tante, emangnya itu gunung apa sieh?"

"Ooh... Itu Gunung Salak," santai banget gitu ngejawabnya sambil pasang wajah innocent dan sok tahu. Alhasil, kakak saya cekikikan, dan ngomong deh dia, "bukan Lut, Gunung Salak ada di sebelah kanan. Yang di kiri ini Gede Pangrango. Perhatiin aja deh jalannya, kalau kita mau ke Puncak kan tembus Tol habis itu ke kiri..."
Malu banget deh saya haha!

Ya udah lah yaa, yang penting kan sekarang saya udah tahu dimana Gunung Salak, dan dimana Gede Pangrango. Singkat cerita, kami lewat jalur IPB Dramaga.

Curug Nangka
Photo by gamawijaya08.wordpress
Setelah perjalanan sekitar 70 menit. Akhirnya, sampai juga di Gerbang pertama Curug Nangka. Okelah, setelah bayar tiket masuk, uang parkir, dan jasa jagain mobil. Dari situ, mulai menyusuri jalan setapak. Jarak antara Curug Nangka dan pintu masuk gak terlalu jauh. Hanya aja, posisi Curug Nangka bisa dikatakan tersembunyi. Kadang, wisatawan sering kecele antara Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kawung.

Keistimewaan wisata air terjun satu ini adalah, sekali masuk, bisa langsung menikmati keindahan tiga tempat air terjun sekaligus. Kalau temen-temen pengen ke Curug Nangka, bukan kesasar di Curug Daun apalagi Curug Kawung, coba deh pasang telinga pas lagi menyusuri rerumputan. Begitu dengar suara air terjun, langsung aja pasang mata, lirik-lirik ke kanan bawah, karena nanti akan ada jalan bercabang dua. Satu jalan tetep datar, bahkan cenderung ke atas, sedangkan satunya lagi menyerupai tangga ke bawah. Pilih yang ke arah bawah ya, untuk ke Curug Nangka...

Setelah sampai di bawah. Mulai aja copot sendal atau sepatu. Bagi saya sieh, lebih asyik jalan di sungainya sambil nyelupin kaki trus mainan air. Apalagi ditambah sensasi nginjek kerikil yang bikin clekat-clekit. Brrr!

Sepanjang mata memandang, banyak rumput-rumput liar dengan batang dan sulur-sulur yang menggelantung. Kebetulan saya pas lagi hoki, jadi bisa ketemu serangga cantik dan unik seperti kupu-kupu ungu motif batman atau motif totol-totol, dan capung, yang lagi-lagi, berwarna ungu. Mungkin serangga-serangga di sini punya turunan indigo kali ya, jadi serba ungu...

Okay. Lanjut.

Tidak jauh dari tangga turun, tadi. Saya pun melewati lorong panjang dan gelap yang menyerupai gua. Mungkin dulunya memang gua, kemudian dipugar agar wisatawan bisa lewat dengan nyaman dan aman. Banyak batuan besar dan licin, jadi hati-hati aja kepleset. Setelah jalan di dalam lorong yang panjangnya sekitar 50-75 meter. Akhirnya saya menemukan titik terang juga. Yaps! Inilah air terjun Curug Nangka.

Buat saya, Curug Nangka lebih ekspresif, limpahan airnya lebih deras, berada di lembah, dan diapit tebing-tebing curam, lebih tenang, dan tersembunyi, sehingga kesan alaminya lebih dapet.

Akhirnya, saya pun melompat dari Curug Nangka ke Curug Daun.

Meeting point with Baboon in Curug Nangka
Air terjun satu ini, termasuk paling populer. Ada warung mie, kios kacang, dan penyewaan ban. Dan di Curug Daun juga pertama kalinya saya meeting point bareng Baboon. Dengan berbekal sebungkus besar dan 20 bungkus kacang yang kecil-kecil, kami saling sharing kacang. Sambil ngaso di batu, ngeglosor menikmati angin, dan nyipratin Baboon-Baboon, yang berantem gara-gara rebutan Zona Subsidi Kacang.

Mereka, para Baboon, cuma keluar kalau cuaca lagi teduh, misalnya sore hari, habis hujan, mendung-mendung galau, dan pagi-pagi.

Baboon gak cuma bisa ditemui di sekitar air terjun, tapi dia muncul juga dekat pintu masuk, khususnya di camp area.

Ngomongin soal Baboon, saya ini termasuk yang pertama kalinya lihat Baboon secara langsung, biasanya kan cuma merhatiin lewat foto, video, atau TV. Jadi, waktu ada Bunda Baboon yang lagi bawa anaknya, saya kira Baboon sama seperti Kangaroo, yang punya kantung di perut. Ternyata, anaknya cuma digendong aja, meluk bundanya sambil nyusu.
Wajah Baboon yang masih anak-anak itu memang imut sampai bikin saya keblinger...

Matanya besaar, ukuran kepala yang imut, telinga mungil dan lebar, berbulu lebat, punya jambul dengan potongan rambut model Spike, dan jarinya imut-imut.
KYAAAAAH!!!

Sayangnya, kehadiran Baboon-Baboon tersebut kadang bikin resah sampai dianggap mengancam para pedagang. Mereka bilang, sekumpulan Baboon kelaparan bisa jadi pasukan yang sangat solid ketika menyerang warung-warung. Jadi, setiap kali jumlah Baboon yang turun ke dataran sudah terlalu banyak, mereka langsung ngeledakin petasan buat nakut-nakutin Bataliyon Baboon.
Masa sieh sampai segitunya?
Tega banget!
Namanya juga Baboon cari makan...
Mungkin Letnan Baboon-nya nyeremin kali yaa haha!

Komentar

  1. itu yg difoto kamu ya tante mewwwwww... cantiikk .ekekkekeek

    BalasHapus
    Balasan
    1. halamakah! kok tahu aja sieh? qeqeqe... :))

      Hapus
    2. ekekekekekekke :p :p :p

      Hapus

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan setelah membaca tulisan ini?