Gemericik Asyik Makan Di Ah Poong, Sentul City

Tertarik makan siang sambil jalan-jalan sore di tepian Sungai Cikeas? Coba deh datang ke sini.

Ah Poong, Sentul City, Bogor
Photo by skyscrapercity.com
Ah Poong pernah menjadi pilihan lokasi rekreasi sekaligus tempat jajanan yang direkomendasikan Pak Bondan Winarno Maknyuss Top Markotop. Food court dengan konsep yang menyerupai --atau tepatnya meniru Pasar Apung di Banjarmasin, memikat banyak pengunjung. Tempat ini setiap hari, mulai pagi hingga malam selalu ramai. Memangnya apa sieh yang menarik?

Sederet sekoci dan kapal bebek berjejer di bibir sungai. Kakek dan nenek pendayung tidak mematok harga. Pernah suatu hari saya tanya, "Berapa nek, sekali naik?" Dan dijawablah saya, "seikhlasnya aja, yang penting neng kerasan di sini..." Makan di Ah Poong bagaikan menikmati suasana terapi air sungai dilengkapi dengan air mancur mini. Suara gemericik air dimana mengalir hingga jauh. Tiang-tiang putih berdiri kokoh, menyejukkan roma matahari yang memancar seakan tidak akan meredup.



Sebelum saya sebutkan variasi makanan yang dijual di Ah Poong, lebih baik saya jelaskan dulu bagaimana alur berbelanja di sini.

Pernah main ke Time zones, Fun world, atau tempat hiburan semacam itu kan? Ah Poong mewajibkan pelanggannya untuk melalukan top up atau isi ulang sebelum belanja. Seingat saya, minimal pembelian saldo adalah Rp 50.000,- di kasir tersedia. Setelah itu, baru deh ngantri buat pesen makanan.

Saya tidak hanya bisa menemukan Dim-Sum, Takoyaki, Ayam Hanian, nasi bakar lengkap dengan tahu goreng, ayam goreng, tempe goreng, ikan asin dan sayur asam, serta Snow Ice, tapi juga Toge Goreng, Sate Madura plus lontong, dan masih banyak lagi.

Karena sewaktu-waktu tingkat keimanan saya menguat, saya tidak perlu kuatir karena Ah Poong berdekatan dengan Masjid Andalusia.

Berdasarkan indera-indera saya, dari skala 1-9, Ah Pong saya kasih nilai...
Rasa hidangan:
Entah karena pengunjung membludak tiap hari, sehingga para koki terkesan terburu-buru, sehingga bisa dikatakan 'sejauh ini rasaya lumayan lah, enak tapi cenderung biasa aja...'
Tampilan hidangan:
Untuk yang satu ini, gak komentar panjang-panjang lah. Keindahan penyajiannya wajar-wajar aja, standard food court. Jadi, jangan ngarep mata anda akan dikenyangkan oleh tampilannya seperti di resto bintang tiga atau lima.
Harga hidangan:
Bagaimanapun juga, saya gak recomended banget buat kamu yang pengen dapet makanan enak, murah meriah, dan cepat tersaji. Apalagi gak sebanding dengan sabar cari parkiran, ongkos transportasi dan lelahnya ngantri.
Sepengalaman saya nieh, untuk ngantri pesen Snow Ice --es krim buah serut bin blender Singapore, saya harus rela ngantri selama satu jam empat puluh tujuh menit. Alamak!
Pelayanan:
Ini yang bikin saya perlu mikir-mikir dulu pengen balik ke sana lagi. Pertama, lebih banyak pramusaji yang pelit senyum dan rajin tekak-tekuk wajah. Kedua, tidak tersedianya papan bertuliskan: "Mohon budayakan antri." Ketiga, petugas membiarkan begitu saja adanya pelanggan yang saling serobot. Keempat, gak jelas dimana tempat pesan, dimana tempat ngambil pesanan.
Kenyamanan tata ruang:
Tempat yang (sebenarnya) luas itu, perlu ditata ulang, karena meja, kursi, dan stand jajanan bertebaran dimana-mana. Mata saya jadi penuh sampai butek.
Ah Poong secara keseluruhan:
Lumayan lah buat sekali-kali makan di food court dengan nuansa unik.
Bantu saya beli susu hangat sebagai teman menulis artikel
Previous
Next Post »

What do you think? Share your comments below. EmoticonEmoticon