Sepertiga pasukan cabai "dead", kena "damping off".

Wah, gawat ini! Benih cabai yang baru ditanam gagal berubah wujud menjadi kecambah.
Nular gak yah?

Berdasarkan keterangan Bapak Ir. Final Prajnanta, damping off merupakan penyakit yang pertama kali menyerang tanaman cabai, dimana kecambah gagal muncul ke permukaan tanah. 
Bahasa lainnya, keburu loyo sebelum bertempur.


Damping Off

Sumber: dreamstime.com


Pak Praj menambahkan, umumnya damping off disebabkan oleh cendawan Pythium Aphanidermatum. Hmm "cendawan" apaan tuh ya? Mungkin nama lain dari virus.


Gejalanya adalah bibit yang masih muda di pesemaian, tiba-tiba rebah lantas mati. Pangkal batang berwarna cokelat-kehitaman dan tampak basah, mengerut, menciut, pada akhirnya rebah dan tewas, membusuk.

Ada penyakit, pasti ada penawarnya. Sayangnya, kalau udah tewas begitu, gimana cara ngehidupinnya lagi? Buat petani berstatus totally newbie seperti saya, perlu pengalaman tersendiri untuk menyelamatkan benih yang sekarat. Tapi, "jangan kuatir," kata Pak Praj, "masih bisa menyelamatkan benih lainnya."

Cara pengendaliannya:
  • Benih direndah selama 4-6 jam pada larutan fungisida Previcur N (1,5 mL/L)
  • Penyemprotan fungisida secara berseling antara fungisida kontak dan sistemik, misalnya Vondozeb 80 WP (2.5 g/L), Antracol 70 WP (2.5 g/L), dan Previcur N (1.5-2 mL/L)
Nah! Saya dapat istilah baru lagi...
OK. pertanyaan baru, semua larutan fungisida tersebut adalah larutan kimia, betul kan? Kalau fungisida organik gimana ya?
Bantu saya beli susu hangat sebagai teman menulis artikel
First

3 Blogger Comments

Write Blogger Comments
Mew da Vinci
AUTHOR
June 1, 2013 at 8:49 AM delete

penyakitnya mulai menjalar kemana-mana... @-)

Reply
avatar
NM Palagan
AUTHOR
June 1, 2013 at 4:13 PM delete

Penyakit menular yang mana ya? :-d

Reply
avatar
Mew da Vinci
AUTHOR
June 1, 2013 at 4:15 PM delete

penyakit yang ini... :d

Reply
avatar

What do you think? Share your comments below. EmoticonEmoticon